Bulan Puasa dan Manfaatnya Untuk Pendidikan Mental dan Spiritual Anak



Bulan suci yang kita rindukan kehadirannya telah tiba. Berbeda dengan bulan-bulan lainnya, nuansa kebersamaan keluarga dalam bulan suci ini akan sangat terasa. Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah, rahmat dan ampunan. Juga bulan yang dapat dimaknai sebagai sebuah pendidikan mental dan spiritual bagi anak.

Apa yang dapat kita ajarkan kepada anak-anak?

Orang tua dianjurkan agar melatih anaknya berpuasa sejak dini. Puasa anak tidaklah sia-sia karena meskipun belum mencapai akil baligh, ibadah puasanya tetap dicatat oleh Allah SWT sebagai kebaikan. Latihan berpuasa bagi anak tidak hanya menambah nilai keberkahan bagi keluarga, tapi juga akan menumbuhkan kesadaran dan semangat keagamaan yang positif bagi masa depannya. Doa anak kecil yang sedang puasa juga sangat didengar Allah SWT.

Hasil riset Dr. Muhammad Mustafa al Samri, Washaya al Aba'  fi Shiyam al Abna' (Pesan Orang Tua tentang Puasa Anak) menunjukkan bahwa anak-anak yang berpuasa Ramadhan cenderung mengalami pertumbuhan fisik dan perkembangan mental yang lebih baik dibandingkan dengan anak yang tidak berpuasa. Selain itu, anak yang berpuasa cenderung lebih mampu mengemban tanggung jawab (amanah) dan lebih cepat dewasa dalam bersikap, berpikir dan berperilaku.

Puasa bagi anak juga sarat manfaat. Melalui puasa, anak dididik untuk disiplin waktu. Mereka membiasakan diri bangun lebih pagi, shalat Subuh berjamaah, bertadarus bersama keluarga dan belajar. Puasa juga mendidik anak untuk berlatih sabar dalam menahan rasa lapar dan dahaga, sabar dalam mengendalikan diri dari kebiasaan "serba enak", dan kemanjaan-kemanjaan lainnya.

Sejak kapan harus melatih dan membiasakan anak-anak berpuasa?

Sebagian ahli pendidikan Islam berpendapat, sebaiknya puasa anak dimulai pada usia tujuh tahun, sebagaimana Rasulullah SAW menganjurkan orang tua agar memerintahkan anaknya melaksanakan shalat pada usia tujuh tahun.  Sedangkan pakar pendidikan menyarankan, dimulai dari usia 10 tahun. Tetapi, bagi sebagian anak perempuan pada usia 10 tahun terkadang telah menginjak usia akil baligh. Karena itu, latihan puasa dapat dibiasakan bagi anak sedini mungkin.

Tentu saja, latihan puasa harus diberikan secara bertahap, sesuai dengan kemampuan fisik anak. Mula-mula, anak dilatih puasa hingga tengah hari. Artinya, anak diajak makan sahur bersama keluarga dan diperkenankan berbuka pada waktu Zhuhur, kemudian dilanjutkan lagi berpuasa hingga Maghrib. Setelah itu, anak dilatih puasa hingga Ashar dan akhirnya puasa dari waktu sahur hingga Maghrib.

Yang terpenting dalam pembiasaan ini adalah pengawasan dan motivasi dari orang tua, sehingga tidak mudah tergoda oleh temannya yang kebetulan tidak puasa. Sebagai orang tua, kita harus meyakini bahwa melatih anak berpuasa sejak dini merupakan salah satu strategi pendidikan mental spiritual yang efektif bagi masa depan anak dan bangsa. Marhaban ya Ramadhan. (Muhbib Abdul Wahab)
Sharing is caring...

BELANJA ONLINE KEBUTUHAN ANAK MUSLIM

Menyediakan berbagai kebutuhan anak-anak muslim terbaik seperti kaos lengan pendek dan lengan panjang, jilbab anak, backpack, lunch set, tunik, koko, gamis, dan celana anak dengan mudah, aman dan cepat secara online. Happy Shopping!
Follow kami
untuk mendapatkan update produk terbaru